Kebudayaan Negara Afrika Selatan

Kebudayaan Negara Afrika Selatan

Kebudayaan Negara Afrika Selatan – Jika kalian mendengar nama Afrika Selatan pasti akan memikirkan orang yang memiliki kulih hitam. Namun sebenarnya Afrika Selatan juga dihuni oleh orang kulit putih di sebuah daerah yang disebut dengan Orania.

Untuk itu potamusprefers membahas tentang kebudayaan mengenai salah satu negara di Benua Afrika ini. Mari kita simak lebih lanjut.

Informasi Kebudayaan Negara Afrika Selatan

Untuk kalian ketahui bahwa di masyarakat Afrika, hewan kerbay sering disimbolkan tentang hal kekayaan dan juga hewan korban. Disamping itu Negara Afrika Selatan ini juga terdapat berbagai lukisan gua dan batu pada zaman dulu oleh Suku San. Lukisan itu diperkirakan telah berusia 26.000 tahun.

Selain lukisan ataupun simbol, di Afrika juga disediakan taruan yang memakai sepatu bot wellington yang sering dinamakan Tarian Gumboot. Selain Tarian itu juga terdapat tarian tradisional yang bernama Vokspele yang sampai saat ini masih dijalankan oleh masyarakat Afrika.

Jika membahas tentang pakaian adat, malah negara Afrika Selatan memiliki pakaian gaun panjang yang disebut wear.for. dengan naman kemeja Madiba. Untuk kain ini merupakan dibentuk dari garmen. Untuk daerah Eastern Cape Afrika Selatan juga terdapat pakaian daerah Xhosa yang sering disebut sebut sebagai pakaian modern di Benua Afrika.

Kebudayaan Negara Afrika Selatan

Terdapat salah satu tradisi ataupun kebudayaan yang paling aneh di Afrika Selatan yakni melepas keperawanan setelah lulus sekolah. Memang hal ini sangat aneh dan tak pernah ditemukan di negara lain. Namun kebiasaan tersebut merupakan ritual atau tradisi yang masih dijalankan di negara Afrika Selatan

Nah lebih menariknya lagi bahwa turnamen Besar Piala Dunia 2010 pernah diadakan di Afrika Selatan. Itu telah membuktikan bahwa perkiraan orang lain itu salah yang menyebutkan negara Afrika Selatan sebagai negara Miskin.

Sebagai informasi bahwa Afsel juga merupakan salah satu negara penghasil berlian terbesar di Dunia. Hal itu dibuktikan dengan sebuah daratan yang dinamakan Tanjung Harapan Baik yang sempat dikunjungi oleh Pelaut Ternama Portugal bernama Bartolomeu Dias

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *